INTINYA ADALAH
- IPO Zhipu AI di Hong Kong mencatatkan kenaikan saham hingga 15% pada debut perdagangan
- Startup AI asal Beijing ini menjadi “AI tiger” China pertama yang melantai di bursa
- Mayoritas dana IPO dialokasikan untuk riset dan pengembangan model AI skala besar
IPO Zhipu AI resmi mencatatkan debutnya di Bursa Hong Kong pada Kamis waktu setempat, menandai tonggak penting bagi industri kecerdasan buatan China. IPO Zhipu AI langsung mendapat respons positif dari pasar, dengan saham perusahaan naik hingga 15% dibandingkan harga penawaran awal.
Perusahaan yang secara resmi bernama Knowledge Atlas Technology JSC itu menawarkan saham pada harga 116,20 dolar Hong Kong per lembar, atau sekitar 15 dolar AS. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar 558 juta dolar AS, menjadikan Zhipu sebagai salah satu penawaran umum perdana terbesar di sektor AI China dalam beberapa tahun terakhir.
Saham Zhipu AI Menguat di Hari Pertama Perdagangan
Pada perdagangan perdana, saham Zhipu sempat diperdagangkan di level tertinggi sekitar 15% di atas harga IPO. Sekitar 37,4 juta saham dilepas ke publik dalam aksi korporasi ini.
Berdasarkan prospektus perusahaan, IPO tersebut memberikan valuasi sekitar HK$4,3 miliar atau setara lebih dari Rp8 triliun. Angka ini menempatkan Zhipu sebagai salah satu pemain AI dengan valuasi signifikan di tengah meningkatnya minat investor terhadap teknologi kecerdasan buatan.
IPO Zhipu AI , Startup “AI Tiger” China yang Pertama Go Public
Didirikan pada 2019 oleh para peneliti dari salah satu universitas ternama di China, Zhipu dikenal sebagai perusahaan model bahasa besar (large language model/LLM) pertama dari China yang melantai di bursa melalui jalur IPO.
Zhipu termasuk dalam kelompok startup yang dijuluki “AI tigers”, sebutan bagi perusahaan rintisan yang dikembangkan untuk menyaingi pemain global seperti OpenAI dan Anthropic. Pemerintah China disebut memberikan dukungan kuat terhadap pengembangan perusahaan-perusahaan ini sebagai bagian dari strategi nasional teknologi.
Langkah Zhipu ke pasar modal juga menjadi kelanjutan dari gelombang pencatatan saham perusahaan AI China, khususnya setelah sejumlah produsen chip kecerdasan buatan lebih dulu melantai di bursa.
Persaingan dengan DeepSeek dan Sorotan Global
Meski nama Zhipu belum sepopuler DeepSeek di pasar global, perusahaan ini sempat menarik perhatian internasional. Tahun lalu, OpenAI secara terbuka menyebut Zhipu sebagai salah satu kompetitor di “garis depan” perlombaan China untuk memimpin pengembangan kecerdasan buatan.
Sebagai perbandingan, DeepSeek sempat mengguncang pasar global setelah merilis model LLM yang dinilai mampu menyaingi teknologi Barat. Kehadiran Zhipu mempertegas bahwa ekosistem AI China tidak hanya bertumpu pada satu pemain.
Ekspansi Global dan Jejak di Asia Tenggara
Zhipu dilaporkan telah memiliki kantor di sejumlah negara, termasuk Inggris, Singapura, Malaysia, serta beberapa wilayah di Timur Tengah. Perusahaan ini juga menjalankan proyek pusat inovasi bersama di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia dan Vietnam.
Ekspansi ini menunjukkan ambisi Zhipu untuk tidak hanya berfokus pada pasar domestik China, tetapi juga membangun pijakan di kawasan yang dinilai strategis bagi pertumbuhan teknologi AI.
Tantangan Sanksi AS dan Keterbatasan Teknologi
Perjalanan Zhipu tidak lepas dari tantangan geopolitik. Pada Januari tahun lalu, perusahaan ini dimasukkan ke dalam Entity List Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Pemerintah AS menuding Zhipu memiliki keterkaitan dengan militer China, klaim yang membatasi akses perusahaan terhadap teknologi semikonduktor canggih dan keahlian tertentu.
Pembatasan ini membuat pengembangan dan pelatihan model AI Zhipu menghadapi kendala, terutama dalam memperoleh chip berperforma tinggi yang selama ini didominasi produsen Barat.
Fokus Dana IPO untuk Riset dan Pengembangan
Dalam prospektusnya, Zhipu menyebut sekitar 70% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk riset dan pengembangan model AI umum (general-purpose large AI models). Strategi ini menegaskan fokus perusahaan pada penguatan teknologi inti di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Pada 2024, Zhipu melaporkan pendapatan sebesar 312,4 juta yuan. Meski belum mencerminkan skala raksasa teknologi global, angka tersebut menunjukkan pertumbuhan bisnis di tengah tekanan regulasi dan geopolitik.
Gelombang IPO AI China Berlanjut
Keberhasilan IPO Zhipu diperkirakan membuka jalan bagi perusahaan AI China lainnya. Startup AI pesaing, MiniMax, disebut-sebut akan meluncurkan penawaran sahamnya sendiri dalam waktu dekat, setelah sebelumnya mengajukan dokumen secara rahasia.
Bagi pasar, IPO Zhipu AI bukan sekadar pencatatan saham baru. Ini menjadi sinyal bahwa sektor kecerdasan buatan China tetap bergerak agresif, meski berada di bawah bayang-bayang persaingan teknologi global dan ketegangan geopolitik.






