Perjalanan Karir  Oppie Andaresta  Singer-Songwriter: Lagu Cuma Khayalan dan Visi Lingkungan

- Publisher

Minggu, 30 November 2025 - 00:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keputusan Opi pindah ke Bali dipimpin oleh keinginan sang anak, Kai Bejo. Meski kini menetap di Sanur, Opi tetap aktif di dunia musik dan sosial, termasuk sebagai founder Gitaris Untuk Negeri. Opi menyebut apresiasi tertinggi adalah 'Karma Musisi' yang membuka pintu relasi dan kesempatan travelling terkait karya dan lingkungan. - foto Tangkapan layar Youtube Dewa budjana

Keputusan Opi pindah ke Bali dipimpin oleh keinginan sang anak, Kai Bejo. Meski kini menetap di Sanur, Opi tetap aktif di dunia musik dan sosial, termasuk sebagai founder Gitaris Untuk Negeri. Opi menyebut apresiasi tertinggi adalah 'Karma Musisi' yang membuka pintu relasi dan kesempatan travelling terkait karya dan lingkungan. - foto Tangkapan layar Youtube Dewa budjana

 Oppie Andaresta Singer-Songwriter menceritakan perjalanan karir dari era Potlot hingga pindah ke Bali. Simak kisah Cuma Khayalan, mandiri, dan proyek lingkungan.

Nama  Oppie Andaresta  telah lama menjadi salah satu ikon feminis dan independen di dunia musik Indonesia. Karakternya yang kuat, lirik yang jujur, dan gaya musik yang berbeda pada era 90-an menjadikan namanya tak lekang oleh waktu.

Dalam sebuah sesi bincang-bincang yang intim di youtube Dewa Budjana,  Oppie Andaresta membuka lembaran perjalanan karirnya, mulai dari pergolakan identitas nama, keputusan berani meninggalkan Potlot, hingga peran barunya sebagai singer-songwriter yang konsen terhadap isu lingkungan, kini berdomisili di Bali.

Perjalanan ini dimulai dari sebuah pergantian nama yang krusial. Oppie mengakui nama aslinya adalah Oppie Andaresta, namun di awal karir, ia sempat diminta produser menggunakan nama “Ovi Ariesta.”

Strategi branding era 90-an yang menuntut penyanyi solo wanita memiliki nama senada (seperti Nicky Astria, Nike Ardilla) tidak sesuai dengan jiwanya.

Setelah merilis album debutnya yang ikonik, Album Cuma Khayalan (setahun sebelum Gigi keluar), Opi memutuskan untuk kembali ke nama pemberian orang tua, menandai kembalinya ia pada diri sendiri yang seutuhnya dan musik yang ia “masak” sendiri.

Jejak Potlot dan Keputusan Berani: Mandiri di Tebet

Album pertama Oppie , yang didukung penuh oleh teman-teman Potlot (termasuk band-nya, Bop—Bandnya Opi yang berisi personil Potlot seperti Boris, Dad Ganes, dan Didit Saat), memang berhasil mencetak namanya. Namun, perkembangan lingkungan Potlot pada pertengahan 90-an mendorong Opi untuk membuat keputusan profesional dan personal yang sangat berani.

Sekitar tahun 1996, Potlot mengalami turbulensi. Oppie merasa perlu mencari lingkungan yang lebih idealis dan profesional. Ia memutuskan untuk “cabut” ke Tebet, bergabung dengan Alo (sekarang produser film) dan beberapa teman lain. Keputusan ini bertepatan dengan penggarapan album ketiga, yang terpengaruh kuat oleh Alanis Morissette (yang sempat ia menjadi band pembukanya saat Alanis ke Jakarta).

Baca Juga :  Stevens-Johnson Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Oppie kemudian merilis album ketiga, yang berjudul Berubah, merefleksikan proses kemandiriannya dari jalur musik Potlot. Album ini, yang rilis sekitar tahun 1997 dan menyerap energi krisis moneter dan kerusuhan 1998, menjadi representasi kuat Opi yang benar-benar mandiri.

Proses ini membuktikan bahwa Oppie tidak hanya penyanyi berbakat, tetapi juga songwriter yang mampu mengolah pengalaman hidup dan kondisi sosial menjadi lirik yang tajam dan jujur.

Karya dari Gitar dan Konsistensi Basic Chord

Salah satu hal menarik dari perjalanan Oppie adalah hubungannya dengan gitar. Meskipun merendah dan sering menyebut dirinya hanya bisa main gitar “seadanya,” Opi mengakui 90% lagu Opi Andaresta lahir dari gitar. Keahliannya terbatas pada basic chord seperti C, D, E, Am minor, atau B minor.

Inilah rahasia di balik lagu-lagunya yang easy listening dan mudah diterima. Lagu seperti Cuma Khayalan hingga Ingat-ingat Pesan Mama memiliki struktur chord yang sederhana (1-3-4-5), memudahkan banyak orang untuk memainkan karyanya.

Kemampuan mengubah keterbatasan teknis menjadi keunggulan komposisi adalah ciri khas Oppie Andaresta Singer-Songwriter yang sejati. Saat ini, Opi tercatat telah memiliki lebih dari 60 lagu terdaftar, membuktikan produktivitas dan konsistensinya dalam berkarya.

Misi Lingkungan dan Pindah ke Bali: Dipimpin Sang Anak

Fase terbaru dalam hidup Oppie ditandai dengan konsentrasi pada isu lingkungan. Konsen ini berakar pada krisis lagu anak di tahun 2000-an. Opi, yang melihat anaknya, Kai Bejo, jarang menyanyikan lagu anak-anak, memutuskan untuk menciptakan lagu sendiri, namun dengan message tentang mencintai bumi.

Proyek lagu anak bertema lingkungan ini digarap serius, melibatkan musisi kelas satu seperti Dewa Bujana, Gugun, dan Indra. Opi meriset produksi album anak yang serius (terinspirasi dari riset Fisher Price) agar liriknya berbobot dan produksinya tidak underestimate.

Visi ini sukses menanamkan kesadaran, terbukti saat Kai pernah rela memakan upilnya sendiri karena tidak mau membuang sampah di mobil ini menjadi bukti bahwa lagu Edukasi Lingkungan Opi berhasil mendarat.

Baca Juga :  Sejarah Nama Dewa 19 dan Fakta di Balik Angka Legendaris

Dorongan anak pulalah yang membawa Oppie Andaresta ke Bali. Awalnya “kabur” saat pandemi varian Delta, Opi dan keluarga menemukan ketenangan di Bali.

Ketika Kai lulus SMP dan memilih SMA di Bali, Oppie pun memutuskan pindah. Kini berdomisili di Sanur (meski memiliki rumah di Ubud), Opi tetap aktif.

Ia adalah salah satu founder Gitaris Untuk Negeri, gerakan kolektif musisi yang aktif mengumpulkan dana amal untuk bencana alam (seperti Palu dan Cianjur) dan juga sempat mengadakan konser untuk musisi di masa pandemi.

Apresiasi terhadap Oppie pun datang silih berganti, salah satunya masuk dalam daftar 50 Penyanyi Terbaik Sepanjang Masa oleh Rolling Stone. Bagi Oppie , penghargaan terbesar adalah Karma Musisi yang mempermudah jalan hidupnya, membuka pintu-pintu kesempatan, dan memperluas jaringan networking hingga ke ranah moral, hukum, budaya, dan bahkan traveling ke luar negeri untuk urusan lingkungan hidup.

Ringkasan Berita

  1. Kembali ke Nama Asli dan Mandiri dari Potlot: Oppie Andaresta menegaskan identitasnya dengan kembali ke nama lahir (setelah sempat menggunakan ‘Ovi Ariesta’). Ia membuat keputusan berani meninggalkan lingkungan Potlot pada pertengahan 90-an untuk mencari kemandirian artistik, yang kemudian terefleksi dalam album ketiganya, Berubah.
  2. Musisi Lingkungan dan Basic Chord: Oppie membuktikan keandalannya sebagai songwriter di mana 90% karyanya lahir dari gitar dengan basic chord sederhana, menjadikannya easy listening. Konsen lingkungan Opi menguat setelah ia menciptakan lagu-lagu anak dengan pesan lingkungan (Lagu Untuk Bumi) yang digarap serius bersama musisi papan atas.
  3. Keputusan Hidup dan Karma Karir di Bali: Keputusan Oppie pindah ke Bali dipimpin oleh keinginan sang anak, Kai Bejo. Meski kini menetap di Sanur, Oppie tetap aktif di dunia musik dan sosial, termasuk sebagai founder Gitaris Untuk Negeri. Oppie menyebut apresiasi tertinggi adalah ‘Karma Musisi’ yang membuka pintu relasi dan kesempatan travelling terkait karya dan lingkungan.

Berita Terkait

FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital
Donny Fattah Meninggal Dunia: Legenda Bassist God Bless Tutup Usia
MacBook Neo Resmi Meluncur: Laptop Apple Paling Terjangkau!
FDR Summit Surabaya 2026: Kolaborasi dan Networking Radio
Link Live Streaming MotoGP Thailand 2026 dan Jadwal Balap
Konser Dewa 19 di Kuala Lumpur 2026: Tyo Nugros Ikut Serta
Lusy Laksita Tutup Usia: ‘Mama Lusy’ Legenda Radio Yogyakarta Yang Tak Lelah Berbagi Ilmu
Nomor Anggota FDR Indonesia Update Januari 2026

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:35 WIB

FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:53 WIB

Donny Fattah Meninggal Dunia: Legenda Bassist God Bless Tutup Usia

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:46 WIB

MacBook Neo Resmi Meluncur: Laptop Apple Paling Terjangkau!

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:07 WIB

Link Live Streaming MotoGP Thailand 2026 dan Jadwal Balap

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:50 WIB

Konser Dewa 19 di Kuala Lumpur 2026: Tyo Nugros Ikut Serta

Berita Terbaru

Radio belum hilang di era digital. Kedekatan penyiar, kemudahan akses, dan kejutan lagu membuat banyak orang masih setia mendengarkannya.

Opini

3 Alasan Orang Masih Mendengarkan Radio di Era Digital

Kamis, 5 Mar 2026 - 16:35 WIB

Pada masa awal siaran, Suara Surabaya tidak langsung menggunakan format berita. Radio ini sempat memutar berbagai jenis musik seperti musik klasik dan jazz.

foto : Istimewa

Profil

Suara Surabaya FM 100 dari 1983 hingga Kini

Rabu, 4 Mar 2026 - 09:45 WIB