Cek Fakta: Garuda Bantah Rekrut Pramugari Gadungan

- Publisher

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak Garuda Indonesia bantah rekrut pramugari gadungan bernama Khairun Nisa yang sebelumnya viral melakukan penyamaran di maskapai Batik Air.

Pihak Garuda Indonesia bantah rekrut pramugari gadungan bernama Khairun Nisa yang sebelumnya viral melakukan penyamaran di maskapai Batik Air.

Manajemen Garuda bantah rekrut pramugari gadungan Khairun Nisa. Foto yang viral dipastikan hasil rekayasa AI. Cek fakta dan link rekrutmen resminya.

INTINYA ADALAH:

  • Pihak Garuda Indonesia bantah rekrut pramugari gadungan bernama Khairun Nisa yang sebelumnya viral melakukan penyamaran di maskapai Batik Air.
  • Manajemen memastikan foto Khairun Nisa berseragam Garuda yang beredar luas adalah hasil rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI).
  • Saat ini, Garuda Indonesia belum membuka rekrutmen awak kabin dan meminta masyarakat waspada terhadap hoaks serta informasi palsu.

TANGERANG, FDRINDONESIA.COM – Kabar mengenai perpindahan haluan Khairun Nisa, sosok yang sempat viral karena aksinya menyamar di atas pesawat, akhirnya menemui titik terang.

Manajemen Garuda Indonesia bantah rekrut pramugari gadungan tersebut setelah sebuah foto yang memperlihatkan wanita itu mengenakan seragam kebaya toska khas Garuda beredar luas di berbagai platform media sosial.

Garuda Indonesia bantah rekrut pramugari gadungan Khairun Nisa dan menegaskan bahwa narasi yang dibangun oleh pihak tak bertanggung jawab tersebut adalah sepenuhnya informasi bohong alias hoaks.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Head of Corporate Communications Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah.

Menurutnya, publik perlu jeli melihat perkembangan teknologi visual saat ini yang mampu menciptakan disinformasi dengan tingkat kemiripan tinggi.

Garuda Bantah Rekrut Pramugari Gadungan: Manipulasi Teknologi AI di Balik Foto Viral

“Menanggapi beredarnya gambar di media sosial tentang oknum yang menyamar sebagai pramugari salah satu maskapai lokal yang kemudian diterima di Garuda Indonesia adalah tidak benar,” ujar Dicky Irchamsyah melalui keterangan resminya pada Rabu (14/1/2026). Dicky memaparkan bahwa konten tersebut diproduksi menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk menciptakan opini menyesatkan.

Baca Juga :  Menilik Wajah TJ Radio: Teman Setia Warga Jakarta Saat Macet

Konteks ini menjadi krusial mengingat ketatnya protokol rekrutmen awak kabin Garuda. Dicky menekankan bahwa sejauh ini, perusahaan belum membuka lowongan baru untuk posisi pramugara maupun pramugari. “Konten tersebut dibuat menggunakan teknologi AI dan disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Informasi resmi terkait rekrutmen hanya tersedia di kanal resmi career.garuda-indonesia.com,” tambahnya.

Kebijakan verifikasi informasi ini merupakan dampak langsung dari maraknya kasus penipuan lowongan kerja maskapai yang kerap mencatut nama besar Garuda. Masyarakat diingatkan untuk tidak mudah percaya pada gambar yang tidak jelas sumbernya, apalagi menyangkut proses seleksi pegawai yang selalu transparan dan sistematis.

Kilas Balik Aksi Nekat Khairun Nisa di Batik Air

Sebelum terseret dalam pusaran hoaks Garuda, nama Khairun Nisa sudah lebih dulu memicu kegemparan di bandara. Wanita ini sukses melewati gerbang pemeriksaan hingga ikut terbang dalam rute Palembang (PLM) ke Jakarta (CGK) menggunakan pesawat Batik Air ID 7058 dengan atribut lengkap layaknya kru kabin.

Baca Juga :  50 Ucapan Selamat Ramadan 2026 Penuh Makna, Doa, dan Menyentuh Hati

Aksinya baru terhenti setelah kru asli dari Batik Air menaruh curiga pada gelagatnya yang tidak biasa serta beberapa detail pada seragamnya. Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian, membenarkan bahwa insiden tersebut telah masuk ke ranah hukum.

“Piket Satreskrim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya satu orang wanita yang diduga pramugari gadungan memakai seragam maskapai Batik Air pada saat melakukan penerbangan,” jelas Ipda Septian. Laporan resmi telah diterima Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta sejak Selasa (6/1) malam silam.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi otoritas bandara mengenai potensi celah keamanan penerbangan Batik Air dan maskapai lainnya. Meskipun Khairun Nisa tampak meyakinkan dengan rambut yang disanggul rapi dan busana yang menyerupai seragam resmi, ketelitian kru di lapangan tetap menjadi benteng terakhir dalam memverifikasi identitas personel di atas pesawat.

Sebagai penutup, pihak Garuda Indonesia kembali mengimbau publik untuk selalu melakukan kroscek. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi sumber informasi sebelum mempercayai atau membagikannya,” pungkas Dicky. Di tengah kecepatan arus informasi tahun 2026, membedakan antara fakta dan rekayasa AI bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap pengguna media sosial.

Berita Terkait

FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital
Donny Fattah Meninggal Dunia: Legenda Bassist God Bless Tutup Usia
MacBook Neo Resmi Meluncur: Laptop Apple Paling Terjangkau!
FDR Summit Surabaya 2026: Kolaborasi dan Networking Radio
Link Live Streaming MotoGP Thailand 2026 dan Jadwal Balap
Konser Dewa 19 di Kuala Lumpur 2026: Tyo Nugros Ikut Serta
Lusy Laksita Tutup Usia: ‘Mama Lusy’ Legenda Radio Yogyakarta Yang Tak Lelah Berbagi Ilmu
Nomor Anggota FDR Indonesia Update Januari 2026

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:35 WIB

FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:53 WIB

Donny Fattah Meninggal Dunia: Legenda Bassist God Bless Tutup Usia

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:46 WIB

MacBook Neo Resmi Meluncur: Laptop Apple Paling Terjangkau!

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:07 WIB

Link Live Streaming MotoGP Thailand 2026 dan Jadwal Balap

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:50 WIB

Konser Dewa 19 di Kuala Lumpur 2026: Tyo Nugros Ikut Serta

Berita Terbaru

Radio belum hilang di era digital. Kedekatan penyiar, kemudahan akses, dan kejutan lagu membuat banyak orang masih setia mendengarkannya.

Opini

3 Alasan Orang Masih Mendengarkan Radio di Era Digital

Kamis, 5 Mar 2026 - 16:35 WIB

Pada masa awal siaran, Suara Surabaya tidak langsung menggunakan format berita. Radio ini sempat memutar berbagai jenis musik seperti musik klasik dan jazz.

foto : Istimewa

Profil

Suara Surabaya FM 100 dari 1983 hingga Kini

Rabu, 4 Mar 2026 - 09:45 WIB