Doraemon Berhenti Tayang di RCTI Setelah Temani Tiga Generasi Indonesia

- Publisher

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doraemon Berhenti Tayang di RCTI Setelah Temani Tiga Generasi Indonesia

Doraemon Berhenti Tayang di RCTI Setelah Temani Tiga Generasi Indonesia

JAKARTA – Sebuah lembaran sejarah dalam dunia hiburan tanah air kini resmi berakhir. Serial anime legendaris asal Jepang, Doraemon Berhenti Tayang di RCTI mulai awal Januari 2026. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak mengingat serial tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Langkah ini menandai berakhirnya masa siar anime terlama di televisi nasional yang telah mengudara sejak akhir era 1980-an.

Kabar mengenai Doraemon Berhenti Tayang di RCTI mulai terkonfirmasi melalui pantauan jadwal siaran resmi di platform RCTI+. Sejak pekan terakhir Desember 2025 hingga memasuki minggu pertama Januari 2026, nama robot kucing dari abad ke-22 tersebut tidak lagi tercantum dalam daftar program reguler. Absennya Doraemon dari lineup akhir pekan ini menjadi sinyal kuat bahwa stasiun televisi swasta pertama di Indonesia tersebut telah memutuskan untuk menyudahi kontrak penayangannya.

Menutup Perjalanan Sejarah Panjang

Sejarah Doraemon di Indonesia adalah catatan mengenai konsistensi. Sejak pertama kali menyapa pemirsa pada akhir 1980-an, anime ini jarang sekali absen dari layar kaca. Keberadaannya setiap Minggu pagi telah membentuk ritual budaya bagi keluarga Indonesia. Maka tak heran jika kabar penghentian ini memicu respons emosional di media sosial, seperti yang terlihat pada akun X @IndoPopBase yang viral baru-baru ini.

“Doraemon bukan sekadar kartun bagi kami. Ini adalah kepingan masa kecil yang masih tersisa di tengah gempuran konten modern,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar yang penuh dengan nada nostalgia.

Baca Juga :  Aliansi Luffy dan Loki di Arc Elbaf: Penantian Panjang Nakama Usai Flashback 7 Bulan

Selama lebih dari 35 tahun, adaptasi manga karya Fujiko F. Fujio ini telah melewati berbagai transformasi teknologi, mulai dari era televisi tabung hingga kualitas definisi tinggi (HD). Keberlangsungan tayangan ini lintas generasi menjadikan Doraemon sebagai simbol stabilitas hiburan anak yang sulit digantikan oleh judul anime baru manapun.

Simbol Pergeseran Industri Penyiaran

Berhentinya penayangan ini tidak terjadi di ruang hampa. Para pengamat media menilai bahwa fenomena Doraemon Berhenti Tayang di RCTI adalah dampak nyata dari pergeseran perilaku konsumsi media masyarakat. Di tahun 2026, dominasi televisi konvensional semakin tergerus oleh kehadiran platform digital dan layanan streaming yang menawarkan fleksibilitas waktu.

Penonton masa kini, terutama dari kalangan orang tua muda, lebih memilih memutar konten melalui aplikasi di ponsel atau smart TV agar anak-anak mereka dapat menonton kapan saja tanpa terikat jadwal siaran. Faktor ekonomi dan lisensi hak siar yang semakin kompetitif juga diduga menjadi pertimbangan manajemen stasiun televisi dalam merombak strategi konten mereka.

“Industri penyiaran sedang berada di persimpangan jalan. Keputusan untuk melepaskan program ikonik seperti Doraemon menunjukkan bahwa stasiun TV mulai lebih agresif dalam melakukan efisiensi dan fokus pada konten yang lebih relevan dengan pasar digital mereka sendiri,” ujar seorang pakar komunikasi dari universitas terkemuka di Jakarta.

Baca Juga :  Piala Presiden 2025 Resmi Dimulai: Ole Romeny Perkuat Oxford United Hadapi Liga Indonesia All Star

Warisan Pesan Moral dan Eksistensi Digital

Meski layar kaca nasional kini gelap bagi sang robot kucing, eksistensi Doraemon dipastikan tidak akan hilang sepenuhnya. Waralaba ini masih memiliki basis penggemar yang masif melalui film layar lebar yang rutin dirilis setiap tahun. Selain itu, hak distribusi digital di Indonesia kini tersebar di berbagai penyedia layanan VOD (Video on Demand) yang memungkinkan penggemar tetap bisa menikmati kisah Nobita dan alat-alat ajaibnya.

Doraemon dikenal sebagai tontonan yang sarat akan pesan moral. Cerita yang berfokus pada robot kucing yang membantu Nobita Nobi menghadapi persoalan hidup selalu menekankan nilai persahabatan, kejujuran, dan empati sosial. Warisan nilai inilah yang dianggap paling berharga oleh para orang tua yang selama ini menjadikan Doraemon sebagai tontonan edukatif bagi anak-anak mereka.

Hingga saat ini, pihak manajemen RCTI belum merilis pernyataan resmi secara tertulis mengenai alasan mendetail di balik keputusan ini. Namun, fakta di lapangan telah menunjukkan bahwa slot waktu yang biasanya ditempati Doraemon kini telah digantikan oleh program lain.

Perpisahan ini memang meninggalkan rasa getir bagi mereka yang tumbuh besar bersama lagu “Aku ingin begini, aku ingin begitu”. Namun, sebagaimana kantong ajaib yang bisa mengeluarkan apa saja, masa depan industri hiburan Indonesia pun akan terus berubah, membawa tantangan dan warna baru yang berbeda bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital
Donny Fattah Meninggal Dunia: Legenda Bassist God Bless Tutup Usia
MacBook Neo Resmi Meluncur: Laptop Apple Paling Terjangkau!
FDR Summit Surabaya 2026: Kolaborasi dan Networking Radio
Link Live Streaming MotoGP Thailand 2026 dan Jadwal Balap
Konser Dewa 19 di Kuala Lumpur 2026: Tyo Nugros Ikut Serta
Lusy Laksita Tutup Usia: ‘Mama Lusy’ Legenda Radio Yogyakarta Yang Tak Lelah Berbagi Ilmu
Nomor Anggota FDR Indonesia Update Januari 2026

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:35 WIB

FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:53 WIB

Donny Fattah Meninggal Dunia: Legenda Bassist God Bless Tutup Usia

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:46 WIB

MacBook Neo Resmi Meluncur: Laptop Apple Paling Terjangkau!

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:07 WIB

Link Live Streaming MotoGP Thailand 2026 dan Jadwal Balap

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:50 WIB

Konser Dewa 19 di Kuala Lumpur 2026: Tyo Nugros Ikut Serta

Berita Terbaru

Radio belum hilang di era digital. Kedekatan penyiar, kemudahan akses, dan kejutan lagu membuat banyak orang masih setia mendengarkannya.

Opini

3 Alasan Orang Masih Mendengarkan Radio di Era Digital

Kamis, 5 Mar 2026 - 16:35 WIB

Pada masa awal siaran, Suara Surabaya tidak langsung menggunakan format berita. Radio ini sempat memutar berbagai jenis musik seperti musik klasik dan jazz.

foto : Istimewa

Profil

Suara Surabaya FM 100 dari 1983 hingga Kini

Rabu, 4 Mar 2026 - 09:45 WIB