5 Trik Rahasia Rekam Suara Jernih di Adobe Audition menjadi kunci bagi para kreator konten, podcaster, hingga musisi yang ingin menghasilkan audio berkualitas tinggi.
Dengan pengaturan yang tepat dan teknik yang benar, Adobe Audition dapat mengubah suara biasa menjadi jernih, bersih, dan profesional.
Banyak kreator pemula yang mengira kualitas audio hanya bergantung pada mikrofon. Padahal, pengaturan di Adobe Audition memegang peran besar dalam menentukan kejernihan suara.
Apalagi di era konten digital 2025, audio berkualitas adalah salah satu faktor yang membuat video, podcast, atau siaran live lebih dipercaya audiens dan tampil profesional di mata algoritma platform.

5 Trik Rahasia Rekam Suara Jernih di Adobe Audition
1. Atur Sample Rate dan Bit Depth dengan Tepat
Pengaturan sample rate dan bit depth adalah pondasi awal untuk merekam suara jernih. Pilih sample rate 48 kHz dan bit depth 24-bit untuk standar profesional. Ini akan membuat detail suara lebih kaya dan mengurangi noise.
Pastikan pengaturan ini dilakukan sebelum proses perekaman dimulai. Di Adobe Audition, Anda dapat menyesuaikannya melalui Preferences → Audio Hardware agar hasil rekaman langsung maksimal.
2. Gunakan Fitur Noise Reduction
Salah satu kekuatan Adobe Audition adalah Noise Reduction. Fitur ini bisa membersihkan suara dari dengung kipas, suara AC, atau noise latar lainnya.
Caranya, rekam beberapa detik keheningan, lalu gunakan Effects → Noise Reduction/Restoration → Capture Noise Print dan terapkan ke seluruh rekaman.
Dengan teknik ini, suara akan terdengar lebih bersih tanpa mengorbankan kualitas naturalnya.
3. Manfaatkan Compressor untuk Suara Lebih Stabil
Kualitas suara yang stabil membuat pendengar merasa nyaman. Adobe Audition memiliki efek Dynamics Processing dan Single-Band Compressor yang membantu mengatur volume suara agar konsisten.
Gunakan pengaturan threshold -20 dB, ratio 3:1, dan sedikit make-up gain untuk memberikan kesan suara tebal dan profesional.
4. Gunakan Equalizer untuk Mempertegas Karakter Suara
EQ atau Equalizer sangat penting untuk memoles suara. Potong frekuensi rendah di bawah 80 Hz untuk menghilangkan noise bass tak diinginkan, lalu naikkan sedikit frekuensi 3–5 kHz untuk memperjelas artikulasi.
Di Adobe Audition, gunakan Parametric Equalizer dan coba preset Vocal Enhancer sebagai titik awal.
5. Rekam di Lingkungan Minim Pantulan Suara
Trik terakhir bukan soal software, melainkan lingkungan rekaman. Gunakan ruangan yang minim pantulan, tambahkan peredam seperti busa akustik atau tirai tebal. Semakin minim pantulan, semakin mudah Adobe Audition menghasilkan suara jernih saat proses mixing dan mastering.
Audio Berkualitas, Konten Makin Bernilai
Menguasai 5 trik rahasia ini akan membuat hasil rekaman di Adobe Audition terdengar profesional, meski hanya menggunakan peralatan sederhana. Di era konten cepat saji, audio yang jernih akan meningkatkan retensi penonton dan memperkuat branding kreator.
Bagi jurnalis, podcaster, YouTuber, hingga musisi, memahami teknik ini berarti selangkah lebih maju dibanding pesaing. Jadi, jangan biarkan kualitas audio Anda jadi hambar—optimalkan Adobe Audition mulai hari ini.







