Restoran Bisa Dikenai Royalti Suara Alam, LMKN Bongkar Aturan Baru

- Publisher

Selasa, 5 Agustus 2025 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Restoran Bisa Dikenai Royalti Suara Alam, LMKN Bongkar Aturan Baru

Restoran Bisa Dikenai Royalti Suara Alam, LMKN Bongkar Aturan Baru

Restoran bisa dikenai royalti suara alam jika memutar rekaman seperti kicauan burung atau gemericik air di tempat usaha mereka. Ketua Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Dharma Oratmangun, buka suara soal polemik ini.

Sejumlah pelaku usaha sebelumnya memilih memutar suara alam di restoran untuk menghindari pembayaran royalti lagu. Langkah itu diambil setelah kasus Mie Gacoan yang diproses secara pidana dan perdata akibat memutar musik berhak cipta tanpa izin.

Namun menurut Dharma, suara alam yang diputar bukan berarti bebas hak cipta. Jika suara tersebut merupakan hasil rekaman produser fonogram, maka pengguna tetap diwajibkan membayar royalti.

“Kalau mereka memutar suara burung atau apa pun, itu hak produser fonogram. Tetap kena hak terkait,” ujar Dharma, dikutip dari CNN Indonesia pada Minggu (3/8/2025).

Restoran Bisa Dikenai Royalti Suara Alam

Dharma menegaskan, royalti tidak hanya berlaku untuk lagu populer atau musik berirama, melainkan juga untuk semua jenis audio yang diperdengarkan secara komersial di ruang publik, termasuk restoran, hotel, hingga toko.

Selama suara tersebut berasal dari rekaman resmi dan bukan hasil alami langsung, maka ada hak ekonomi yang melekat pada produser rekamannya.

“Bentuk rekaman audio itu tetap ada haknya. Bukan soal musik atau bukan, tapi rekaman itu punya pemilik,” jelasnya.

LMKN: Bayar Royalti Lebih Aman, Gak Perlu Putar Suara Aneh-aneh

Ketimbang memutar suara burung atau gemericik air demi menghindari royalti, Dharma justru menyarankan para pelaku usaha untuk memutar musik resmi dan membayar royalti sesuai aturan.

Apalagi, lanjutnya, LMKN telah bekerja sama dengan lembaga manajemen kolektif internasional, sehingga pembayaran royalti bisa dilakukan lewat satu pintu, bahkan untuk lagu dari luar negeri.

PHRI Akui Banyak Pengusaha Ketakutan

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengakui bahwa banyak pelaku usaha kini was-was memutar musik.

Menurutnya, pemahaman terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta belum merata. Akibatnya, pengusaha memilih jalur aman meski belum tentu tepat.

“Ada ketakutan karena aturan belum dipahami menyeluruh. Makanya ada yang putar suara burung, padahal tetap bisa bermasalah,” ujar Yusran.

Aturan Perlu Sosialisasi Ulang

Dharma mengakui bahwa masih ada kesenjangan informasi di lapangan. Karena itu, LMKN mendorong sosialisasi yang lebih luas dan dialog terbuka dengan pelaku usaha, agar tidak terjadi salah kaprah dalam memahami hak dan kewajiban terkait royalti.


Baca Juga :  Jadwal Libur Nataru 2025-2026: Daftar Tanggal Merah

Sumber Berita: CNN Indonesia

Berita Terkait

Real Time Graphics Engine macOS Hadir di NAB 2026, Teknologi Siaran Berbasis Software Kian Berkembang
Nomor Anggota FDR Indonesia Update April 2026
Ardan Radio Bandung: The Legendary Youth Radio Station That Thrives in the Digital Era
Panasonic Gobel Group Salurkan Bantuan Radio dan Senter untuk Korban Banjir Sumatra
FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital
Donny Fattah Meninggal Dunia: Legenda Bassist God Bless Tutup Usia
MacBook Neo Resmi Meluncur: Laptop Apple Paling Terjangkau!
FDR Summit Surabaya 2026: Kolaborasi dan Networking Radio

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:13 WIB

Real Time Graphics Engine macOS Hadir di NAB 2026, Teknologi Siaran Berbasis Software Kian Berkembang

Minggu, 5 April 2026 - 13:20 WIB

Nomor Anggota FDR Indonesia Update April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:05 WIB

Ardan Radio Bandung: The Legendary Youth Radio Station That Thrives in the Digital Era

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:08 WIB

Panasonic Gobel Group Salurkan Bantuan Radio dan Senter untuk Korban Banjir Sumatra

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:35 WIB

FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital

Berita Terbaru

Strategi monetisasi radio 2026 menjadi sorotan industri penyiaran global setelah laporan terbaru pada Februari 2026 menunjukkan bahwa banyak pemilik stasiun radio mulai meninggalkan ketergantungan pada iklan tradisional.

Bisnis

Strategi Monetisasi Radio 2026, Iklan Tak Lagi Cukup

Rabu, 15 Apr 2026 - 09:37 WIB

Radio cloud mulai menggantikan FM tradisional akibat tingginya biaya energi dan kebutuhan infrastruktur modern.

Insight

Broadcasting Cloud Radio Jadi Tren Baru Industri Radio

Selasa, 14 Apr 2026 - 18:01 WIB