NCT Dream: Sejarah Awal dan Perjalanan

- Publisher

Kamis, 3 Juli 2025 - 00:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NCT Dream: Sejarah Awal dan Perjalanan  - foto Wikipedia

NCT Dream: Sejarah Awal dan Perjalanan - foto Wikipedia

NCT Dream adalah sub-unit ketiga dari boy group Korea Selatan NCT yang dibentuk oleh SM Entertainment pada tahun 2016.

Awalnya, grup ini dirancang sebagai unit khusus remaja dengan sistem masuk dan keluar (graduation system), di mana anggota yang beranjak dewasa harus “lulus” dari grup.

Namun, sejak 2020, konsep ini diubah total dan NCT Dream mulai berpromosi sebagai unit tetap dengan tujuh anggota: Mark, Renjun, Jeno, Haechan, Jaemin, Chenle, dan Jisung.

Awal Mula NCT Dream: Masa Trainee dan Debut Ceria

Perjalanan NCT Dream dimulai dengan formasi anggota yang sudah menonjol sejak pra-debut. Beberapa di antaranya, seperti Jeno dan Jisung, sudah tampil di iklan dan film. Sementara Chenle bahkan telah merilis tiga album solo di Tiongkok sebelum bergabung.

NCT Dream debut pada 25 Agustus 2016 lewat lagu “Chewing Gum”, dengan rata-rata usia anggota hanya 15,6 tahun. Lagu ini penuh warna, energik, dan langsung melekat di hati penggemar muda. Mereka tampil pertama kali di M Countdown, dan tak butuh waktu lama untuk masuk chart digital Billboard dan Spotify secara global.

Baca Juga :  Taylor Swift Tampil Memukau di New York

2017–2018: Dari Grup Rookie ke Pengaruh Global

Di tahun-tahun awal, NCT Dream merilis single dan EP yang mengusung tema masa muda, seperti “My First and Last” dan “We Young.” Meskipun Jaemin absen karena cedera pada 2017, grup ini tetap menuai kesuksesan di tangga lagu domestik.

Tahun 2018 menjadi titik balik. Lagu “Go” menandai perubahan citra dari polos ke lebih berani dan dewasa. Di akhir tahun, Mark resmi “lulus” dari unit ini sesuai sistem yang berlaku, membuat penggemar haru. Namun, pencapaian mereka tidak terbendung. Billboard memasukkan mereka dalam daftar “21 Under 21” dan Time menyebut mereka sebagai salah satu dari “25 Remaja Paling Berpengaruh.”

2019–2020: Kolaborasi Internasional dan Perubahan Besar

Pada 2019, NCT Dream semakin berani mengeksplorasi genre dengan lagu-lagu seperti “Boom” dan kolaborasi bersama HRVY lewat “Don’t Need Your Love.” Mereka juga menjadi duta global World Scout Foundation dan tampil di ajang internasional.

Tahun 2020 menjadi masa reorganisasi penting. SM Entertainment menghapus sistem graduation dan mengumumkan bahwa Mark akan kembali. EP Reload dirilis dan sukses besar, dengan lagu “Ridin’” menjadi hits. Format grup pun diubah menjadi unit tetap dengan tujuh anggota.

Baca Juga :  Real Time Graphics Engine macOS Hadir di NAB 2026, Teknologi Siaran Berbasis Software Kian Berkembang

2021–2023: Puncak Kesuksesan dan Pengakuan Global

Tahun 2021, NCT Dream merilis album studio pertama mereka, Hot Sauce, yang langsung memecahkan rekor penjualan pre-order sebanyak 1,7 juta kopi. Mereka menjadi “double million seller”, dan dilanjutkan dengan Hello Future sebagai repackage.

Tahun berikutnya, album Glitch Mode dan Beatbox menambah deretan prestasi. Mereka menembus Billboard 200, menggelar tur dunia The Dream Show 2, dan bahkan tampil dalam film konser mereka sendiri.

Era Dreamscape dan Dominasi Global

Masuk 2024, NCT Dream merilis Dream()scape, sebuah mini album penuh warna yang disambut hangat. Lagu “Smoothie” dan single berbahasa Inggris pertama mereka “Rains in Heaven” menunjukkan arah baru grup ini: internasional dan lebih matang secara musikal.

Tur The Dream Show 3 pun membawa mereka ke berbagai benua, dari Asia hingga Eropa dan Amerika. Mereka kini tak hanya mewakili K-pop, tapi telah menjadi wajah global generasi baru.

Berita Terkait

Real Time Graphics Engine macOS Hadir di NAB 2026, Teknologi Siaran Berbasis Software Kian Berkembang
Nomor Anggota FDR Indonesia Update April 2026
Ardan Radio Bandung: The Legendary Youth Radio Station That Thrives in the Digital Era
Panasonic Gobel Group Salurkan Bantuan Radio dan Senter untuk Korban Banjir Sumatra
FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital
Donny Fattah Meninggal Dunia: Legenda Bassist God Bless Tutup Usia
MacBook Neo Resmi Meluncur: Laptop Apple Paling Terjangkau!
FDR Summit Surabaya 2026: Kolaborasi dan Networking Radio

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:13 WIB

Real Time Graphics Engine macOS Hadir di NAB 2026, Teknologi Siaran Berbasis Software Kian Berkembang

Minggu, 5 April 2026 - 13:20 WIB

Nomor Anggota FDR Indonesia Update April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:05 WIB

Ardan Radio Bandung: The Legendary Youth Radio Station That Thrives in the Digital Era

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:08 WIB

Panasonic Gobel Group Salurkan Bantuan Radio dan Senter untuk Korban Banjir Sumatra

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:35 WIB

FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital

Berita Terbaru

Strategi monetisasi radio 2026 menjadi sorotan industri penyiaran global setelah laporan terbaru pada Februari 2026 menunjukkan bahwa banyak pemilik stasiun radio mulai meninggalkan ketergantungan pada iklan tradisional.

Bisnis

Strategi Monetisasi Radio 2026, Iklan Tak Lagi Cukup

Rabu, 15 Apr 2026 - 09:37 WIB

Radio cloud mulai menggantikan FM tradisional akibat tingginya biaya energi dan kebutuhan infrastruktur modern.

Insight

Broadcasting Cloud Radio Jadi Tren Baru Industri Radio

Selasa, 14 Apr 2026 - 18:01 WIB