Min Hee Jin vs HYBE Memanas: Sidang Ketiga Ungkap Fakta Baru

- Publisher

Jumat, 28 November 2025 - 00:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Min Hee Jin bantah klaim HYBE soal instruksi pembatalan kontrak NewJeans, sebut tak ada untungnya. Ia juga kritik Source Music copy karyanya. Sidang berlanjut! - foto Wikipedia

Min Hee Jin bantah klaim HYBE soal instruksi pembatalan kontrak NewJeans, sebut tak ada untungnya. Ia juga kritik Source Music copy karyanya. Sidang berlanjut! - foto Wikipedia

Min Hee Jin bantah klaim HYBE soal instruksi pembatalan kontrak NewJeans, sebut tak ada untungnya. Ia juga kritik Source Music copy karyanya. Sidang berlanjut!

Perseteruan hukum antara CEO ADOR, Jin, dan perusahaan induknya, HYBE, terus memanas. Pada 27 November 2025, Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Divisi Perdata 31, kembali menggelar sidang ketiga terkait gugatan Hee Jin.

Gugatan ini mencakup konfirmasi pemutusan perjanjian pemegang saham dan klaim hak put-option miliknya. Dalam sesi pemeriksaan langsung yang berlanjut dari September lalu, Jin memberikan pembelaan keras dan mengungkapkan kritik tajam terhadap manajemen HYBE.

Di hadapan Hakim Ketua Nam In Soo, ia dengan tegas membantah klaim yang diajukan oleh HYBE. Klaim tersebut menuding bahwa deklarasi pembatalan kontrak NewJeans dilakukan atas instruksi dari Jin sendiri. Inti dari pembelaan Hee Jin berpusat pada logika bisnis dan kepentingannya sebagai pemegang saham.

Kerugian Besar Jika Kontrak NewJeans Dibatalkan

Hee Jin menyampaikan argumen logis bahwa membatalkan kontrak eksklusif NewJeans justru akan merugikannya secara finansial dan profesional. Ia menekankan bahwa tidak ada manfaat sama sekali baginya jika kontrak tersebut diputus.

“Anda telah melihat pesan-pesan KakaoTalk saya. Saya bahkan sudah merencanakan tur dunia untuk NewJeans. Mengakhiri kontrak justru tidak akan memberikan keuntungan apa pun bagi saya,” ujarnya dalam sesi persidangan yang intens. Pernyataan ini secara langsung mematahkan narasi HYBE yang menuduhnya berupaya memisahkan NewJeans dari perusahaan.

Ia juga menambahkan bahwa sebagai pemegang saham yang memiliki hak put option, ia justru akan mendapatkan keuntungan jika timnya stay still (diam dan bekerja sesuai rencana), bukan dengan memicu konflik yang berujung pada pembatalan kontrak artis. Ia mempertanyakan, “Apakah mungkin kontrak eksklusif dapat diakhiri hanya karena seseorang mengatakannya?”

Baca Juga :  Strategi Masa Depan Radio Dibahas di Radiodays Asia 2025

Klaim Hak Put Option

Gugatan ini tidak hanya berfokus pada pemutusan perjanjian pemegang saham, tetapi juga klaim hak put option (hak untuk menjual sahamnya kembali kepada HYBE). Setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi direktur internal ADOR pada November 2024,Hee Jin segera memberitahukan niatnya kepada HYBE untuk menjalankan hak put option.

Nilai hak put option yang diklaim mencapai sekitar 26 miliar KRW (sekitar $19 juta USD). Total keseluruhan sengketa pembayaran yang diajukan Min Hee Jin kini mencapai sekitar 28,7 miliar KRW (sekitar $21 juta USD). Angka fantastis ini menunjukkan betapa besar kepentingan finansial yang dipertaruhkan dalam perseteruan Jin dan HYBE.

Kritik Tajam: Masalah Copying dan Rasa Diremehkan

Selain membela diri soal NewJeans, ia juga menyampaikan kritik pedas terhadap apa yang ia gambarkan sebagai tindakan copying (peniruan) oleh label di bawah payung HYBE, khususnya Source Music. Isu ini menjadi salah satu pemicu utama keretakan hubungannya dengan manajemen puncak.

Ia menyatakan bahwa tindakan peniruan ini merupakan bentuk pelecehan dan rasa tidak hormat. “Saya pikir mereka bersikeras (dengan klaim pembatalan kontrak) karena mereka ingin melecehkan saya. Ketika saya berbicara tentang mendefinisikan kembali hubungan, maksud saya adalah mereka seharusnya tidak meremehkan kami,” tegasnya.

Merasa Diremehkan Tanpa Dukungan Bang Si Hyuk

Kritik copying ini diiringi dengan rasa diremehkan yang dialami Jin dari label internal HYBE lainnya. Ia mengungkapkan kekecewaannya mendalam ketika merasa karyanya ditiru dan diabaikan.

Baca Juga :  Perjalanan Karier Band Element: Dari Model Aneka ke Ikon Musik

“Saya bertanya-tanya apakah mereka merasa bisa secara terbuka meniru dan mengabaikan saya hanya karena saya tidak mendapat dukungan dari Bang Si Hyuk,” ungkapnya.

Menurutnya, ditiru oleh label yang masih berada di dalam satu perusahaan yang sama terasa sebagai bentuk ketidakpedulian total dan rasa tidak hormat yang besar terhadap kerja kerasnya dan timnya di ADOR.

Kekecewaan ini mendorongnya untuk mengirimkan email langsung kepada Ketua Bang Si Hyuk, mempertanyakan motivasi perusahaan merekrutnya. Pesan yang ia sampaikan sangat jelas dan menohok.

“Saya mengirim email kepada Ketua Bang Si Hyuk, menanyakan apakah mereka merekrut saya hanya agar mereka dapat dengan bebas meniru pekerjaan saya, atau apakah mereka berpikir saya tidak akan bisa berbuat apa-apa setelah saya berada di dalam,” katanya. Intinya adalah: “Jangan meremehkan kami.” Tujuannya mengirimkan email tersebut bukan untuk bertengkar, tetapi untuk mendapatkan tindakan korektif terhadap praktik yang ia anggap tidak etis dalam lingkungan HYBE.

Persidangan ini menunjukkan bahwa konflik antara Jin dan HYBE jauh melampaui sengketa kontrak NewJeans, tetapi juga menyangkut isu integritas kreatif, rasa hormat di lingkungan kerja korporasi, dan nilai finansial yang sangat besar.

Publik kini menantikan bagaimana Pengadilan Distrik Pusat Seoul akan memutuskan nasib perjanjian pemegang saham dan klaim put option yang diajukan oleh mantan direktur yang penuh kontroversi ini.

Sumber Berita: www.allkpop.com

Berita Terkait

Real Time Graphics Engine macOS Hadir di NAB 2026, Teknologi Siaran Berbasis Software Kian Berkembang
Nomor Anggota FDR Indonesia Update April 2026
Ardan Radio Bandung: The Legendary Youth Radio Station That Thrives in the Digital Era
Panasonic Gobel Group Salurkan Bantuan Radio dan Senter untuk Korban Banjir Sumatra
FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital
Donny Fattah Meninggal Dunia: Legenda Bassist God Bless Tutup Usia
MacBook Neo Resmi Meluncur: Laptop Apple Paling Terjangkau!
FDR Summit Surabaya 2026: Kolaborasi dan Networking Radio

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:13 WIB

Real Time Graphics Engine macOS Hadir di NAB 2026, Teknologi Siaran Berbasis Software Kian Berkembang

Minggu, 5 April 2026 - 13:20 WIB

Nomor Anggota FDR Indonesia Update April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:05 WIB

Ardan Radio Bandung: The Legendary Youth Radio Station That Thrives in the Digital Era

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:08 WIB

Panasonic Gobel Group Salurkan Bantuan Radio dan Senter untuk Korban Banjir Sumatra

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:35 WIB

FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital

Berita Terbaru

Strategi monetisasi radio 2026 menjadi sorotan industri penyiaran global setelah laporan terbaru pada Februari 2026 menunjukkan bahwa banyak pemilik stasiun radio mulai meninggalkan ketergantungan pada iklan tradisional.

Bisnis

Strategi Monetisasi Radio 2026, Iklan Tak Lagi Cukup

Rabu, 15 Apr 2026 - 09:37 WIB

Radio cloud mulai menggantikan FM tradisional akibat tingginya biaya energi dan kebutuhan infrastruktur modern.

Insight

Broadcasting Cloud Radio Jadi Tren Baru Industri Radio

Selasa, 14 Apr 2026 - 18:01 WIB