KOMDIGI Gelar FGD Bahas Ekosistem Media

- Publisher

Rabu, 18 Juni 2025 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selasa, 17 Juni 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital RI (KOMDIGI) melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Direktorat Ekosistem Media, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Kebijakan Ekosistem Media di Aryaduta Menteng, Jakarta. -foto Istimewa

Selasa, 17 Juni 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital RI (KOMDIGI) melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Direktorat Ekosistem Media, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Kebijakan Ekosistem Media di Aryaduta Menteng, Jakarta. -foto Istimewa

KOMDIGI Gelar FGD Bahas Ekosistem Media dalam rangka merumuskan kebijakan strategis yang menjawab tantangan media nasional di era digital.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 17 Juni 2025, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, dan menghadirkan sejumlah pakar, pelaku industri, serta pemangku kepentingan. Fokus utama diskusi adalah menyusun peta jalan kebijakan media yang adaptif, sehat, dan berkelanjutan.

Tanggapan Terhadap Tantangan Media Era Digital

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah drastis cara media beroperasi dan menjangkau audiens.

Di satu sisi, kemajuan ini memperluas akses dan distribusi informasi. Namun di sisi lain, media nasional menghadapi disrupsi yang melemahkan posisi mereka terhadap dominasi platform digital global.

FGD ini merupakan inisiatif Direktorat Ekosistem Media, Ditjen Komunikasi Publik dan Media KOMDIGI, sebagai bentuk komitmen untuk menyusun kebijakan berbasis data, prinsip demokrasi, serta nilai-nilai Media BEJO’S: Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri.

KOMDIGI Gelar FGD Bahas Ekosistem Media, mencakup :

✅ Aspek struktural: Revisi UU Penyiaran agar relevan di era digital, penguatan Publisher Rights, dan penyesuaian regulasi platform digital.
✅ Aspek finansial: Diversifikasi pendapatan media, insentif investasi, dan dukungan fiskal untuk ekosistem media sehat.
✅ Aspek teknologi: Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pengembangan algoritma nasional, dan peningkatan kompetensi SDM.
✅ Aspek kultural dan kearifan lokal: Literasi digital masyarakat, pelestarian budaya nasional melalui media, dan perlindungan kekayaan intelektual lokal.

Baca Juga :  Level 42: Kisah Band Jazz-Funk Legendaris dari Inggris

Revisi Aturan Penyiaran dan Publisher Rights

Para peserta FGD sepakat bahwa regulasi media yang berlaku perlu disesuaikan dengan realitas digital saat ini.

Revisi UU Penyiaran menjadi urgensi agar distribusi konten digital memiliki kerangka hukum yang jelas. Selain itu, Publisher Rights harus diperkuat untuk memastikan media lokal memiliki hak atas konten mereka yang tersebar di berbagai platform.

Penguatan Model Ekonomi Media

Masalah finansial media turut menjadi sorotan utama. Banyak media lokal kesulitan bertahan karena ketergantungan terhadap iklan dan kurangnya insentif fiskal. Oleh karena itu, diskusi menghasilkan rekomendasi seperti:

  • Insentif pajak bagi media yang memproduksi konten edukatif
  • Dukungan dana inovasi media
  • Diversifikasi sumber pendapatan melalui skema keanggotaan dan lisensi konten
Baca Juga :  Gandeng Gemawan dan Siswa: Golden Tulip Pontianak Tanam Pohon Wujudkan Kota Sehat

Integrasi Teknologi dan Kompetensi SDM

Kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) harus dimanfaatkan secara strategis. FGD merekomendasikan pengembangan algoritma nasional yang berpihak pada konten lokal serta peningkatan pelatihan SDM media dalam bidang digital, AI, dan etika jurnalisme daring.

Literasi Digital dan Pelestarian Budaya Lokal

Tak kalah penting adalah dimensi kultural. Diskusi menekankan pentingnya memperkuat literasi digital masyarakat, agar publik mampu memilah informasi yang akurat di tengah maraknya disinformasi.

Selain itu, media perlu dilibatkan dalam pelestarian budaya dan perlindungan kekayaan intelektual lokal melalui narasi yang inklusif dan representatif.

FGD yang diselenggarakan KOMDIGI menjadi langkah penting dalam menyusun kebijakan yang relevan dan solutif. Melalui dialog terbuka dan kolaboratif, berbagai rekomendasi strategis dihasilkan untuk memperkuat posisi media nasional, baik dari sisi hukum, ekonomi, teknologi, maupun budaya.

Dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan dan kemandirian, hasil FGD ini diharapkan menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan media nasional yang mampu menjawab tantangan zaman dan tetap menjaga demokrasi sebagai nilai utama.

Berita Terkait

Real Time Graphics Engine macOS Hadir di NAB 2026, Teknologi Siaran Berbasis Software Kian Berkembang
Nomor Anggota FDR Indonesia Update April 2026
Ardan Radio Bandung: The Legendary Youth Radio Station That Thrives in the Digital Era
Panasonic Gobel Group Salurkan Bantuan Radio dan Senter untuk Korban Banjir Sumatra
FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital
Donny Fattah Meninggal Dunia: Legenda Bassist God Bless Tutup Usia
MacBook Neo Resmi Meluncur: Laptop Apple Paling Terjangkau!
FDR Summit Surabaya 2026: Kolaborasi dan Networking Radio

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:13 WIB

Real Time Graphics Engine macOS Hadir di NAB 2026, Teknologi Siaran Berbasis Software Kian Berkembang

Minggu, 5 April 2026 - 13:20 WIB

Nomor Anggota FDR Indonesia Update April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:05 WIB

Ardan Radio Bandung: The Legendary Youth Radio Station That Thrives in the Digital Era

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:08 WIB

Panasonic Gobel Group Salurkan Bantuan Radio dan Senter untuk Korban Banjir Sumatra

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:35 WIB

FDR Summit Surabaya 2026 Bahas Transformasi Radio di Era Digital

Berita Terbaru

Strategi monetisasi radio 2026 menjadi sorotan industri penyiaran global setelah laporan terbaru pada Februari 2026 menunjukkan bahwa banyak pemilik stasiun radio mulai meninggalkan ketergantungan pada iklan tradisional.

Bisnis

Strategi Monetisasi Radio 2026, Iklan Tak Lagi Cukup

Rabu, 15 Apr 2026 - 09:37 WIB

Radio cloud mulai menggantikan FM tradisional akibat tingginya biaya energi dan kebutuhan infrastruktur modern.

Insight

Broadcasting Cloud Radio Jadi Tren Baru Industri Radio

Selasa, 14 Apr 2026 - 18:01 WIB