Radio Pensiunan Pabriknya Kebahagiaan hadir sebagai wadah interaksi lansia melalui lagu nostalgia dan program edukatif. Simak profil dan jadwal kegiatannya.
TANGERANG SELATAN, FDRINDONESIA.COM — Memasuki masa purnabakti bukan berarti berhenti produktif, dan itulah yang dibuktikan oleh kehadiran Radio Pensiunan Pabriknya Kebahagiaan.
Berdiri sejak 3 Januari 2023, stasiun radio berbasis internet ini bukan sekadar media hiburan, melainkan sebuah ekosistem sosial yang digagas oleh pasangan jurnalis senior, Eddy Koko dan Asih Teguh.
Melalui Radio Pensiunan Pabriknya Kebahagiaan, para lansia dan calon pensiunan diajak untuk tetap berpikir positif, menjaga pola hidup sehat, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas di tengah gempuran era digital.
Siapa sangka, berawal dari sebuah rumah di kawasan Pamulang, radio ini kini telah berkembang pesat menjadi jaringan penyiaran digital yang luas.
Tidak tanggung-tanggung, operasionalnya didukung oleh 12 studio yang tersebar dari Lampung hingga Manado.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan konten yang tersegmentasi bagi usia senja ternyata sangat besar, terutama yang mampu membangkitkan memori indah lewat lagu-lagu kenangan sebelum tahun 2002.
Jangkauan Global dan Komunitas Sahabat yang Solid
Data tidak berbohong. Berdasarkan catatan Google Analytics, Radio Pensiunan Pabriknya Kebahagiaan telah diakses oleh lebih dari 309 ribu pendengar aktif di seluruh dunia.
Angka yang cukup fantastis untuk ukuran radio internet komunitas. Menariknya, selain mendominasi di wilayah Jabodetabek dan Surabaya, basis pendengar setianya ternyata merambah hingga ke Amerika Serikat. Hal ini membuktikan bahwa rasa rindu akan tanah air dan lagu nostalgia tidak terbatas oleh sekat geografis.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran komunitas yang mereka sebut sebagai “Sahabat”. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1.500 orang masuk dalam database resmi Sahabat Radio Pensiunan.
Di bawah komando Ray Wijaya sebagai Managing Director, tim manajemen mengelola media ini secara profesional dengan bendera PT Radio Pensiunan Lestari.
“Kami meyakini bahwa dengan tetap beraktivitas dan mengembangkan potensi diri, para pensiunan akan menemukan jalan menuju kebahagiaan,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya.
Pemanfaatan Teknologi Streaming dan Aspek Legalitas
Keputusan memilih teknologi streaming berbasis internet adalah langkah strategis. Hal ini memungkinkan aksesibilitas yang sangat fleksibel melalui gadget.
Penyelenggaraan radio internet di Indonesia sendiri telah memiliki payung hukum yang berkembang, mengacu pada UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang kini terus beradaptasi dengan model penyiaran digital berbasis IP (Internet Protocol).
Dampaknya, model bisnis socio entrepreneurship yang diusung oleh Radio Pensiunan Pabriknya Kebahagiaan menjadi contoh bagaimana teknologi bisa digunakan untuk tujuan pemberdayaan sosial.
Dengan melibatkan pendengar secara aktif sebagai mitra, radio ini menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus ruang kreasi bagi para lansia. Pendengar cukup mengunjungi laman resmi www.radiopensiunan.com atau mengunduh aplikasinya di Play Store dan App Store untuk bergabung dalam frekuensi kebahagiaan ini.
Kegiatan Off-Air: Menjalin Silaturahmi Nyata
Meski kuat di ranah online, radio ini sangat rajin turun ke lapangan. Sejak berdiri, rangkaian kegiatan off-air seperti Temu Sahabat rutin digelar di berbagai kota besar seperti Yogyakarta, Surabaya, hingga Tegal. Momen-momen seperti Halal Bihalal di Studio Pamulang atau peringatan Hari Lansia Nasional menjadi bukti bahwa interaksi digital mereka berlanjut menjadi persaudaraan yang nyata di dunia luring.
Setiap program acara, mulai dari “Sapa Pensiunan” hingga tayangan edukasi kesehatan, dirancang dengan satu tujuan: menjadi “Pabriknya Kebahagiaan”.
Bagi Eddy Koko dan timnya, masa pensiun bukan akhir dari segalanya, melainkan babak baru untuk terus berkarya. Di sini, setiap lansia dihargai, didengarkan, dan diberikan panggung untuk tetap bersinar di usia senja mereka.







