Kisah Dokter Selamatkan Balita Kejang di Pesawat Citilink

- Publisher

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden balita kejang di pesawat Citilink rute Jakarta-Bengkulu berakhir selamat berkat pertolongan dokter spesialis anak di dalam kabin. Simak kronologinya. - foto ilustrasi

Insiden balita kejang di pesawat Citilink rute Jakarta-Bengkulu berakhir selamat berkat pertolongan dokter spesialis anak di dalam kabin. Simak kronologinya. - foto ilustrasi

Kisah balita kejang di pesawat Citilink rute Jakarta-Bengkulu berakhir selamat berkat pertolongan dokter spesialis anak di dalam kabin. Simak kronologinya.

JAKARTA, FDRINDONESIA.COM — Situasi mendebarkan sempat mewarnai kabin Citilink QG 990 rute Jakarta-Bengkulu ketika seorang balita kejang di pesawat Citilink tersebut. Insiden yang terjadi saat proses boarding.

Kejadian balita kejang di pesawat Citilink ini dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen maskapai. Beruntung, koordinasi cepat antara kru kabin dan tenaga medis yang menjadi penumpang membuat situasi yang mulanya tegang berangsur terkendali tanpa harus melakukan pembatalan penerbangan bagi keluarga tersebut.

Kronologi Dokter Selamatkan Balita Kejang di Pesawat Citilink: Aksi Penyelamatan di Atas Kabin

Peristiwa ini terjadi saat pesawat masih berada di landasan pacu, tepatnya ketika penumpang sedang masuk ke dalam kabin. Corporate Secretary & CSR Group Head PT Citilink Indonesia, Tashia Scholz, menjelaskan bahwa balita berusia 22 bulan tersebut mengalami serangan kejang yang tiba-tiba.

“Benar telah terjadi insiden seorang penumpang bayi (infant) berusia 22 bulan mengalami kejang pada saat proses boarding masih berlangsung dan pesawat masih berada di darat,” ujar Tashia Scholz dalam keterangan resminya kepada media, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Indonesia 7 Desember 2025: Hujan Merata Guyur Kota Besar, BMKG Minta Waspada Petir!

Melihat kondisi darurat tersebut, kru pesawat langsung menjalankan protokol keselamatan. Secara kebetulan, seorang dokter spesialis anak yang juga penumpang di pesawat tersebut langsung menawarkan bantuan medis. Kolaborasi antara peralatan darurat maskapai dan keahlian sang dokter menjadi kunci utama stabilitas kondisi sang balita.

Prosedur Darurat dan Keselamatan Penerbangan

Dalam situasi medis darurat di udara atau saat boarding, maskapai memiliki kewajiban untuk memprioritaskan nyawa penumpang. Tashia menyebutkan bahwa kru yang bertugas bekerja bahu-membahu menyiapkan seluruh keperluan medis darurat yang tersedia di pesawat.

“Dalam kejadian ini, penumpang yang berprofesi dokter tersebut turut membantu dalam memberikan pertolongan pertama, bekerja sama dengan kru yang bertugas guna menyiapkan seluruh keperluan dalam kondisi darurat,” tambahnya.

Hal ini sejalan dengan aturan keselamatan penerbangan sipil yang tertuang dalam Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulations (CASR), di mana awak kabin wajib memiliki kompetensi penanganan medis dasar (First Aid) untuk situasi darurat seperti ini. Dampak dari penanganan yang tepat ini mencegah eskalasi kondisi medis yang lebih buruk bagi sang bayi.

Baca Juga :  Band Metal Austria Belphegor Foto di Pohon Pisang

Kondisi Stabil dan Keputusan Melanjutkan Perjalanan

Setelah mendapatkan penanganan intensif selama beberapa saat, kondisi balita tersebut dinyatakan membaik. Menariknya, meski sempat mengalami insiden medis yang cukup serius, pihak keluarga tetap memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Bengkulu setelah mendapat “lampu hijau” dari dokter spesialis yang menangani.

Pihak Citilink memastikan bahwa keputusan untuk tetap terbang diambil setelah observasi medis yang ketat. “Berkat penanganan yang cepat dan tepat, dokter yang turut dalam penerbangan Citilink tersebut menyatakan bahwa kondisi bayi telah kembali stabil dan layak untuk melanjutkan penerbangan,” tutur Tashia.

Pesawat akhirnya lepas landas pada pukul 10.45 dan mendarat dengan selamat di Bengkulu pada pukul 11.50 waktu setempat. Pihak maskapai juga menegaskan bahwa seluruh dokumen perjalanan dan prosedur pemeriksaan kesehatan penumpang telah dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua yang membawa balita dalam penerbangan untuk selalu memastikan kondisi kesehatan anak dalam keadaan prima dan melaporkan kondisi medis khusus kepada petugas di meja pelaporan (check-in counter) sebelum terbang.

Berita Terkait

Nomor Anggota FDR Indonesia Update Januari 2026
Orang Tua Wajib Tahu, Jadwal Libur Sekolah Ramadan dan Lebaran 2026
Vokalis 3 Doors Down Meninggal Dunia Usai Lawan Kanker Ginjal
Radio Ekraf Siaran Bareng 29 Radio Bandung: Bangkitkan Ekosistem Kreatif Lokal
Profil Juke Band Rilis Single Berjudul “Cerita Kita”
Rumor Mauro Zijlstra Gabung Persija Jakarta Makin Kencang, Cek Detailnya
Radio Pensiunan Pabriknya Kebahagiaan: Cara Asyik Menikmati Masa Tua
Film Esok Tanpa Ibu: Sinopsis, Pemain, dan Jadwal Tayang

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:51 WIB

Nomor Anggota FDR Indonesia Update Januari 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:31 WIB

Orang Tua Wajib Tahu, Jadwal Libur Sekolah Ramadan dan Lebaran 2026

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:56 WIB

Vokalis 3 Doors Down Meninggal Dunia Usai Lawan Kanker Ginjal

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:26 WIB

Radio Ekraf Siaran Bareng 29 Radio Bandung: Bangkitkan Ekosistem Kreatif Lokal

Senin, 2 Februari 2026 - 18:40 WIB

Rumor Mauro Zijlstra Gabung Persija Jakarta Makin Kencang, Cek Detailnya

Berita Terbaru

Nomor Anggota FDR Indonesia Update Januari 2026

News

Nomor Anggota FDR Indonesia Update Januari 2026

Sabtu, 14 Feb 2026 - 13:51 WIB