Hanya Ada di Bogor! Ojol Minta Polisi Kawal Antar Makanan ke Lokasi Sepi dan Gelap

- Publisher

Jumat, 5 Desember 2025 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sopir Ojol di Bogor Minta Pengawalan Polisi karena takut begal dan kondisi gelap saat antar pesanan. Polsek Gunungputri kawal hingga tujuan, tegaskan siap siaga 24 jam. - foto ilsutrasi

Sopir Ojol di Bogor Minta Pengawalan Polisi karena takut begal dan kondisi gelap saat antar pesanan. Polsek Gunungputri kawal hingga tujuan, tegaskan siap siaga 24 jam. - foto ilsutrasi

Simak 10 Detik

  1. Ojol minta Polisi kawal saat mengantarkan pesanan ke Desa Tajur Udik, Gunungputri, karena merasa takut melewati jalanan yang sepi dan gelap, khawatir akan begal dan kondisi mistis.
  2. Polsek Gunungputri, melalui Kapolsek Kompol Aulia Robby Kartika Putra, menanggapi permintaan tersebut dengan serius, mengawal ojol hingga tujuan dengan aman, menegaskan komitmen Polri menjaga Kamtibmas 24 jam.
  3. Kejadian unik ini menjadi contoh nyata kehadiran Polisi di tengah masyarakat, sekaligus imbauan bahwa warga Gunungputri tidak perlu ragu menghubungi atau mendatangi Polsek untuk bantuan darurat atau masalah keamanan apa pun.

Pengalaman unik, bahkan mungkin viral, terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menguji batas-batas pelayanan publik oleh kepolisian.

Seorang Sopir Ojol di Bogor Minta Pengawalan Polisi saat menjalankan tugas rutinnya mengantar makanan.

Momen ini terjadi pada Rabu malam, 3 Desember 2025, ketika sang sopir ojek online mendatangi Polsek Gunungputri. Ia meminta bantuan tak terduga untuk dikawal ke titik pengantaran di wilayah Desa Tajur Udik, Kecamatan Gunungputri.

Aksi sopir ojol ini, yang memilih mencari perlindungan Polisi ketimbang menghadapi jalanan sepi sendiri, dengan cepat menjadi perbincangan. Ini adalah kisah tentang ketakutan manusiawi dan respons humanis dari aparat negara.

Kegelapan dan Ketakutan yang Mendorong Ojol Cari Bantuan

Pekerjaan sebagai mitra ojek online memang penuh risiko, terutama saat harus melintasi area-area terpencil atau minim penerangan di malam hari.

Bagi sopir ojol yang bersangkutan, rute menuju Desa Tajur Udik di malam hari itu terasa mencekam. Kondisi jalan yang sepi dan gelap gulita menjadi kombinasi sempurna untuk menumbuhkan rasa cemas yang mendalam.

Baca Juga :  FDR Summit Jakarta 2025: Lebih Seru, Penuh Inspirasi

Bukan hanya ancaman begal atau kejahatan jalanan lainnya yang menjadi kekhawatiran utamanya, tetapi juga faktor psikologis yang kerap muncul di jalanan gelap tanpa penerangan. Sopir tersebut secara jujur mengungkapkan ketakutannya yang berlapis.

“Yang bersangkutan minta dikawal karena gelap takut hantu dan begal,” ujar Kapolsek Gunungputri, Kompol Aulia Robby Kartika Putra, saat dikonfirmasi oleh TribunnewsBogor.com, Kamis (4/12/2025).

Pengakuan ini menunjukkan betapa besar tekanan yang dihadapi para pekerja malam. Ketakutan akan begal adalah ancaman nyata yang sayangnya sering menimpa mitra ojol.

Sementara ketakutan akan hal yang tidak kasat mata, seperti “hantu”, adalah refleksi dari kondisi jalan yang benar-benar tidak aman secara visual dan psikologis.

Ketika Polisi menjadi solusi terakhir, ini adalah sinyal bahwa rasa aman di jalanan tersebut sudah hilang sama sekali. Kejadian Sopir Ojol di Bogor Minta Pengawalan Polisi ini menyoroti perlunya perbaikan infrastruktur jalan di area-area tersebut.

Polsek Gunungputri, Pahlawan Tak Terduga Pengantar Makanan

Mendengar permintaan yang tidak biasa ini, Kompol Aulia Robby Kartika Putra dan jajarannya tidak lantas menertawakan atau menolak.

Sebaliknya, mereka menunjukkan profesionalisme dan empati yang tinggi. Polsek Gunungputri melihat ini sebagai panggilan tugas untuk melayani masyarakat, tanpa memandang seberapa besar atau kecilnya masalah yang dihadapi.

Setelah menenangkan sopir tersebut, petugas Polsek pun mengantarkan ojol itu sampai ke tujuan dengan aman dan selamat. Aksi Polsek Gunungputri Kawal Ojol ini adalah bentuk Komitmen Polri Jaga Kamtibmas yang diterjemahkan dalam tindakan nyata dan humanis, jauh dari kesan kaku birokrasi.

Tindakan ini mengirimkan pesan kuat kepada publik: Polisi hadir tidak hanya untuk menindak kriminalitas besar, tetapi juga untuk mengatasi ketakutan dan memberikan rasa aman dalam kegiatan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga :  Cara Pencatatan Hak Cipta Lagu Secara Online, Wajib Tahu!

Kehadiran Polisi berseragam di jalanan sepi Desa Tajur Udik pada malam itu, yang mendampingi seorang ojol, adalah manifestasi nyata dari perlindungan yang seharusnya dirasakan oleh setiap warga negara, apalagi bagi mereka yang bekerja di sektor layanan publik 24 jam.

Menegaskan Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat 24 Jam

Kompol Aulia Robby Kartika Putra kemudian memanfaatkan momen ini untuk menegaskan kembali komitmen jajarannya kepada seluruh warga Kabupaten Bogor. Pengawalan ini adalah bukti bahwa Polsek Gunungputri selalu siap sedia melayani masyarakat selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

“Pengawalan ini merupakan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Kecamatan Gunungputri. Kami memastikan kehadiran Polisi di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu ragu untuk mencari Bantuan Polisi 24 Jam Bogor kapan pun dibutuhkan.

“Masyarakat tidak perlu ragu untuk menghubungi atau mendatangi posko polsek kapanpun membutuhkan bantuan darurat, pelaporan tindak kriminal, atau penanganan bencana. Kami memastikan kehadiran Polisi di tengah tengah masyarakat,” kata Kompol Aulia, menekankan bahwa Polisi adalah mitra sejati masyarakat, siap membantu dalam segala situasi.

Kejadian Ojol Takut Begal di Gunungputri yang berujung pada pengawalan Polisi ini patut dijadikan contoh praktik pelayanan publik yang humanis.

Di era digital dan tuntutan kecepatan layanan logistik, rasa aman bagi para kurir yang beroperasi hingga larut malam adalah prioritas. Sinergi antara masyarakat yang berani meminta bantuan dan Polisi yang responsif menunjukkan wajah Polri yang modern dan mengayomi.

Berita Terkait

Cek Fakta: Garuda Bantah Rekrut Pramugari Gadungan
Review Film 28 Years Later: The Bone Temple, Nia DaCosta Bawa Kengerian Baru
Hasil Persib vs Persija Berakhir 1-0 di GBLA, Persib Juara Paruh Musim
Denada Digugat di PN Banyuwangi atas Dugaan Penelantaran Anak
PBNU Tegaskan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Struktur Resmi
Maybank Marathon 2026 Gandeng Visa: Babak Baru Sport Tourism Berstandar Dunia di Bali
IFAN SEVENTEEN Hadirkan “JANGAN PAKSA RINDU (BEDA)” Dari Album Terbarunya “RESONANCE”
Kontroversi AI: Fitur Gambar Grok Dibatasi X Setelah Heboh Konten Ilegal

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:02 WIB

Cek Fakta: Garuda Bantah Rekrut Pramugari Gadungan

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:07 WIB

Review Film 28 Years Later: The Bone Temple, Nia DaCosta Bawa Kengerian Baru

Senin, 12 Januari 2026 - 00:21 WIB

Hasil Persib vs Persija Berakhir 1-0 di GBLA, Persib Juara Paruh Musim

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:48 WIB

Denada Digugat di PN Banyuwangi atas Dugaan Penelantaran Anak

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:38 WIB

PBNU Tegaskan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Struktur Resmi

Berita Terbaru

Bentuk kolaborasi antara radio dan influencer media sosial menjadi kunci utama dalam menjaga relevansi penyiaran di tengah dominasi platform streaming.

Insight

Kolaborasi Antara Radio dan Influencer Media Sosial

Kamis, 15 Jan 2026 - 00:40 WIB

Pihak Garuda Indonesia bantah rekrut pramugari gadungan bernama Khairun Nisa yang sebelumnya viral melakukan penyamaran di maskapai Batik Air.

News

Cek Fakta: Garuda Bantah Rekrut Pramugari Gadungan

Kamis, 15 Jan 2026 - 00:02 WIB