Baca 10 Detik
- Fenomena Supermoon Cold Moon Hiasi Langit Desember 2025 pada 4-5 Desember, di mana Bulan Purnama bertepatan dengan posisi perige (terdekat dari Bumi), menjadikannya terlihat lebih besar dan terang dari purnama biasa.
- Puncak Purnama Perige atau Supermoon Cold Moon terjadi pada 5 Desember 2025 pukul 06.14 WIB, namun dapat disaksikan secara visual sejak malam 4 Desember ketika Bulan berada pada jarak terdekat (356.965 km).
- BMKG memastikan fenomena ini aman diamati tanpa alat khusus dan mengimbau masyarakat memilih lokasi minim polusi cahaya serta memantau kondisi cuaca cerah untuk pengalaman pengamatan yang optimal.
Bagi para pecinta astronomi dan masyarakat umum yang mendambakan pemandangan langit yang spektakuler, awal Desember 2025 membawa kabar gembira.
Fenomena Supermoon Cold Moon Hiasi Langit Desember 2025, menjanjikan pemandangan Bulan yang jauh lebih besar dan lebih terang dari biasanya.
Peristiwa langit yang dikenal juga sebagai Purnama Perige ini berlangsung pada tanggal 4 hingga 5 Desember 2025.
Informasi detail mengenai waktu puncak dan jarak terdekat Bulan ke Bumi telah dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui unggahan resmi mereka.
Fenomena ini selalu menjadi momen yang paling ditunggu. Sesuai dengan namanya, Cold Moon adalah nama tradisional yang diberikan untuk Bulan Purnama yang terjadi di bulan Desember, menandai awal musim dingin di belahan Bumi utara. Namun, kali ini ia datang bersama predikat Supermoon, membuat keindahannya berlipat ganda.
Apa yang Membuat Fenomena Ini Spesial?
Merujuk penjelasan ilmiah dari BMKG, Supermoon atau Purnama Perige terjadi ketika dua kondisi astronomis bertemu: fase Bulan Purnama dan posisi Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi, yang disebut perige.
Pada dasarnya, orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips. Oleh karena itu, ada waktu ketika Bulan berada di titik terdekat (perige) dan titik terjauh (apogee) dari Bumi. Kombinasi posisi perige yang bertepatan dengan fase purnama inilah yang secara visual membuat ukuran tampak Bulan di langit menjadi sekitar 7 hingga 14 persen lebih besar dan cahayanya hingga 30 persen lebih terang daripada purnama di titik apogee.
BMKG secara spesifik menjelaskan bahwa Supermoon Cold Moon kali ini bukanlah sekadar purnama biasa. Ini adalah kondisi geometris yang terjadi ketika jarak Bulan sedang mencapai minimumnya dari Bumi. Fenomena ini membuat pemandangan Bulan pada malam itu akan terlihat jauh lebih mencolok dan memukau dibandingkan purnama yang terjadi di bulan-bulan lainnya. Kabar baiknya, Supermoon Cold Moon Aman Diamati secara langsung tanpa perlu menggunakan alat bantu optik khusus, menjadikannya tontonan gratis yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Waktu Puncak Supermoon Cold Moon Desember 2025
Menurut perhitungan astronomi yang disampaikan BMKG, Puncak Supermoon Cold Moon atau Purnama Perige akan terjadi pada 5 Desember 2025 pukul 06.14 WIB.
Meskipun puncak fase purnama terjadi pada pagi hari, BMKG mengingatkan bahwa pemandangan spektakuler ini tetap dapat diamati secara jelas dari wilayah Bumi mana pun yang masih berada pada waktu malam. Sebelum mencapai puncak sepenuhnya, Bulan akan lebih dahulu mencapai posisi perige pada 4 Desember 2025 pukul 18.05 WIB.
Oleh karena itu, visual Bulan yang besar dan cerah sudah bisa dinikmati sejak malam hari tanggal 4 Desember. Setelah mencapai posisi terdekatnya, Bulan akan terus bergerak menuju fase puncaknya pada pagi hari tanggal 5 Desember, di mana ia akan tampak paling optimal.
Masyarakat di Indonesia, khususnya bagian barat, masih memiliki kesempatan besar untuk menikmati keindahan Supermoon ini pada dini hari tanggal 5 Desember sebelum fajar menyingsing.






