Cumulus Revenue Anjlok, Tapi Digital Jadi Penyelamat

- Publisher

Senin, 18 Agustus 2025 - 00:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cumulus Revenue Anjlok, Tapi Digital Jadi Penyelamat

Cumulus Revenue Anjlok, Tapi Digital Jadi Penyelamat

Cumulus revenue pada kuartal kedua 2025 mengalami penurunan signifikan, menandai periode penuh tantangan bagi industri media tradisional.

Presiden sekaligus CEO Cumulus Media, Mary Berner, menyebut kondisi ini sebagai “frustratingly difficult,” menggambarkan situasi ekonomi yang menekan hampir semua sektor.

Dalam laporan terbarunya, perusahaan mencatat total pendapatan bersih turun 9,2% year-over-year menjadi 186 juta dolar AS.

Penurunan ini terutama dipicu oleh lemahnya belanja iklan nasional, ditambah absennya konten olahraga langsung yang selama ini menjadi penopang utama jaringan Cumulus.

Cumulus Revenue Biaya Dipangkas, Operasi Disesuaikan

Sebagai respons, manajemen mempercepat strategi penghematan biaya. Hingga kini, perusahaan telah memangkas 175 juta dolar dalam lima tahun terakhir.

Pada Q2, tambahan 5 juta dolar berhasil dihemat melalui restrukturisasi jaringan penjualan, hingga outsourcing penuh untuk operasi lalu lintas.

Cumulus juga mengumumkan rencana menjual aset non-inti senilai 14 juta dolar, termasuk lahan dan beberapa stasiun kecil, yang diproyeksikan selesai sebelum akhir tahun.

Meskipun penghematan dianggap perlu, Berner menegaskan Cumulus tetap berkomitmen menjaga siaran live dan lokal sebagai fondasi bisnis. “Hubungan on-air yang terpercaya membangun audiens yang bertahan lama,” ujarnya.

Baca Juga :  Radiodays Asia 2025 Jakarta: Panggung Spektakuler Radio, Audio, dan Podcast Asia

Digital Growth Jadi Cahaya Harapan

Jika sisi tradisional melemah, digital growth justru menjadi titik terang. Meski pendapatan digital turun tipis 1,4% dibanding tahun lalu, angka ini melonjak 20% bila mengecualikan dampak penghentian kemitraan dengan Daily Wire dan Dan Bongino.

Pendapatan layanan pemasaran digital bahkan meningkat 38% year-over-year, menyumbang separuh dari total revenue digital Cumulus. Fakta menarik lainnya: 28% klien digital murni kini juga membeli iklan radio.

Tren ini menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak hanya menopang keuangan, tetapi juga memperluas ekosistem bisnis Cumulus di tengah badai industri.

AI Acceleration: Kartu As Cumulus

Selain digital, AI acceleration menjadi senjata strategis baru. Cumulus mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam hampir semua lini bisnis:

  • Melatih tim sales untuk membuat pitch yang lebih tajam.
  • Menghasilkan materi kreatif secara efisien.
  • Memperkuat analisis kompetitif untuk paket dan harga.

Berner optimistis, penggunaan AI bukan sekadar tren, melainkan fondasi pertumbuhan jangka panjang. “Kami bersemangat dengan peluang besar yang tercipta dari adopsi AI,” tegasnya.

Podcast dan Streaming: Pertumbuhan Konsisten

Selain digital marketing, Cumulus juga mencatat lonjakan 30% pada pendapatan podcasting dibanding tahun lalu. Streaming dan podcast dianggap sebagai medium masa depan, menarik audiens yang lebih muda dan mobile.

Baca Juga :  Minat Jadi Penyiar Radio Terus Menurun?

Bahkan, Cumulus berhasil meraih pertumbuhan pangsa pasar iklan broadcast selama 11 kuartal berturut-turut di pasar PPM—sebuah catatan penting di tengah turbulensi industri.

Tantangan Kuartal Berikutnya

Meski ada titik cerah, Cumulus memproyeksikan Q3 revenue masih akan turun dua digit. Pertumbuhan digital diyakini dapat mengurangi tekanan, namun belum sepenuhnya menutup penurunan dari sisi siaran tradisional.

EVP sekaligus CFO Frank Lopez-Balboa menambahkan, melemahnya iklan nasional masih menjadi masalah utama. Ia menilai, turunnya suku bunga di masa depan bisa menjadi obat, meski sejauh ini efeknya belum terlihat.

Komitmen pada Live dan Lokal

Di balik strategi digital dan AI, Berner menegaskan Cumulus tidak akan meninggalkan identitas utamanya sebagai media berbasis komunitas. “Live dan lokal tetap jantung kami,” katanya.

Ia menekankan, kepercayaan pendengar terhadap penyiar lokal adalah aset tak ternilai, yang mampu membuka peluang tambahan untuk sponsor dan endorsement.

Turunnya Cumulus revenue di Q2 memang menjadi sinyal keras bahwa industri media tradisional belum keluar dari masa sulit. Namun, digital growth, akselerasi AI, serta komitmen pada siaran lokal memberi alasan untuk tetap optimistis.

Cumulus kini berada di persimpangan: bertahan dengan model lama, atau bertransformasi agresif ke era digital. Dari semua langkah yang diambil, satu hal jelas: perusahaan memilih jalan kedua—menjadikan teknologi dan inovasi sebagai jangkar di tengah badai.

Sumber Berita: www.radioworld.com

Berita Terkait

Cara Hemat Operasional Radio Tanpa Turun Kualitas
Mengatasi Gugup Saat Siaran dengan 3 Teknik Napas
Rencana Radio Ramadhan 2026: Mengintegrasikan On-Air dan Digitalisasi, Peluang Emas Bagi Pengiklan
Bongkar Rahasia Cara Membuat Naskah Iklan Radio yang Keren
EKSKLUSIF! Nonton Bareng FDR Radio Summit 2025
Mengapa Penyiar Radio Jadi Seller Afiliasi Paling Efektif
Monetisasi Jurnalisme Radio: Cuan Baru dari Konten Visual Pendek
Program Radio Populer: Menguak Formula Ajaib Talk Show Pagi

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:41 WIB

Mengatasi Gugup Saat Siaran dengan 3 Teknik Napas

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:14 WIB

Rencana Radio Ramadhan 2026: Mengintegrasikan On-Air dan Digitalisasi, Peluang Emas Bagi Pengiklan

Jumat, 28 November 2025 - 01:21 WIB

Bongkar Rahasia Cara Membuat Naskah Iklan Radio yang Keren

Kamis, 27 November 2025 - 19:58 WIB

EKSKLUSIF! Nonton Bareng FDR Radio Summit 2025

Senin, 24 November 2025 - 00:39 WIB

Mengapa Penyiar Radio Jadi Seller Afiliasi Paling Efektif

Berita Terbaru

Polisi tangkap Resbob pelaku ujaran kebencian yang menghina Sunda dan Viking Persib. Diamankan di Jawa Timur, kasus ditangani Polda Jabar. - foto ilustrasi

News

Polisi Tangkap Resbob Usai Viral Hina Sunda dan Viking

Senin, 15 Des 2025 - 17:18 WIB