Level 42: Kisah Band Jazz-Funk Legendaris dari Inggris

- Publisher

Kamis, 19 Juni 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Level 42 - Lessons In Love (Estival Jazz, 2nd July 2010)

Level 42 - Lessons In Love (Estival Jazz, 2nd July 2010)

Level 42 muncul di tengah hiruk-pikuk musik pop 1980-an. Level 42 muncul dengan suara unik yang memadukan jazz, funk, dan synth-pop.

Band asal Isle of Wight ini bukan hanya mencetak hits seperti Lessons in Love dan “Something About You”, tapi juga mempopulerkan teknik slap bass Mark King yang revolusioner. Meski sempat bubar pada 1994, mereka kembali di tahun 2001 dan tetap aktif hingga sekarang. Bagaimana perjalanan mereka dari klub kecil hingga panggung dunia?

Awal Mula: Dari Jazz-Funk ke Pop (1979–1983)

Level 42 dibentuk pada 1979 oleh Mark King (bass/vokal), Mike Lindup (keyboard/vokal), dan dua bersaudara Phil serta Boon Gould. Nama band terinspirasi dari novel The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy, di mana angka “42” adalah jawaban atas “makna kehidupan”.

  • Debut Album: Album perdana Level 42 (1981) sukses di Eropa dengan single “Love Games”.
  • Inovasi Musik: Gabungan jazz-funk instrumental dan vokal harmonis King-Lindup jadi ciri khas.
  • TerobosanThe Chinese Way (1982) menjadi hits pertama mereka di tangga lagu Inggris.
Baca Juga :  Perjalanan Karir  Oppie Andaresta  Singer-Songwriter: Lagu Cuma Khayalan dan Visi Lingkungan

Era Keemasan: Pop Internasional (1984–1987)

Dengan album World Machine (1985) dan Running in the Family (1987), Level 42 mencapai puncak popularitas.

Hits Terbesar

  • Something About You: Masuk Top 10 Billboard AS (1986).
  • Lessons in Love: No. 3 di Inggris dan No. 1 di Jerman (1986).
  • Running in the Family: Lagu tema generasi 80-an dengan bassline ikonik.

Fakta Menarik:

  • Mark King mengembangkan teknik slap bass hanya dalam beberapa minggu, terinspirasi dari musisi funk AS.
  • Level 42 pernah tampil di Prince’s Trust Concert 1987 bersama Eric Clapton dan George Harrison.

Tragedi & Perubahan Formasi (1988–1994)

Tahun 1989 menjadi masa kelam dengan meninggalnya gitaris Alan Murphy karena AIDS. Pergantian personel pun terjadi:

  • Phil & Boon Gould keluar karena kelelahan dan konflik kreatif (1987).
  • Album Staring at the Sun (1988): Tetap sukses meski dengan formasi baru.
  • Bubar Sementara: Level 42 vakum setelah tur Forever Now (1994).

Kebangkitan Kembali (2001–Sekarang)

Mark King membangkitkan Level 42 pada 2001 dengan membeli hak nama band. Mereka kembali dengan:

  • Album Retroglide (2006): Kolaborasi dengan mantan personel termasuk Boon Gould.
  • Tur Rutin: Konser di Eropa, Amerika Latin, dan festival seperti Festival d’été de Québec (2019).
  • Sirens EP (2013): Adaptasi ke musik elektronik modern.
Baca Juga :  Golden Tulip Pontianak Holiday Session 2025 : Jingle Bells, Christmas Hampers, Christmas Brunch, Fun Campcation, dan New Year’s Eve “Riding the Future”

Statistik Penting:

  • 10 album studio, 20+ single Top 40 Inggris.
  • 4 juta album terjual di seluruh dunia (data Polydor, 2020).

Warisan Level 42

Level 42 memengaruhi banyak musisi, dari bassis funk hingga produser EDM. Teknik bass Mark King masih dipelajari di sekolah musik, sementara lagu seperti “Lessons in Love” tetap diputar di stasiun radio retro.


Dari klub jazz kecil hingga arena dunia, Level 42 membuktikan bahwa musik berbasis skill dan kreativitas tak lekang waktu. Meski dihantam tragedi dan perubahan zaman, mereka tetap relevan—baik sebagai legenda 80-an atau band yang terus berkarya. Seperti kata Mark King: “Musik adalah tentang emosi, dan itu tak pernah berubah.”

Berita Terkait

Orang Tua Wajib Tahu, Jadwal Libur Sekolah Ramadan dan Lebaran 2026
Vokalis 3 Doors Down Meninggal Dunia Usai Lawan Kanker Ginjal
Radio Ekraf Siaran Bareng 29 Radio Bandung: Bangkitkan Ekosistem Kreatif Lokal
Profil Juke Band Rilis Single Berjudul “Cerita Kita”
Rumor Mauro Zijlstra Gabung Persija Jakarta Makin Kencang, Cek Detailnya
Radio Pensiunan Pabriknya Kebahagiaan: Cara Asyik Menikmati Masa Tua
Film Esok Tanpa Ibu: Sinopsis, Pemain, dan Jadwal Tayang
Kisah Dokter Selamatkan Balita Kejang di Pesawat Citilink

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:31 WIB

Orang Tua Wajib Tahu, Jadwal Libur Sekolah Ramadan dan Lebaran 2026

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:56 WIB

Vokalis 3 Doors Down Meninggal Dunia Usai Lawan Kanker Ginjal

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:26 WIB

Radio Ekraf Siaran Bareng 29 Radio Bandung: Bangkitkan Ekosistem Kreatif Lokal

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:00 WIB

Profil Juke Band Rilis Single Berjudul “Cerita Kita”

Senin, 2 Februari 2026 - 08:35 WIB

Radio Pensiunan Pabriknya Kebahagiaan: Cara Asyik Menikmati Masa Tua

Berita Terbaru